Herman Suhadi: Timah Harus Dapat Memberikan Kesejahteraan Kepada Masyarakat

PANGKALPINANG, babelaktual.com – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selain dikarunia pemandangan alam yang indah juga menyimpan hasil bumi yang kaya. Ya, Pulau Bangka dan Belitung memang sudah dikenal dunia sejak tahun 1700-an sebagai salah satu penghasil timah terbesar di dunia.

Disamping memiliki keunggulan diatas, Kep. Babel juga dihadapkan oleh berbagai persoalan seputar tata kelola timah yang belum ideal dan kerusakan lingkungan akibat masif dan tidak terkontrolnya penambangan timah di kep. Babel.

Hal inilah yang menjadi topik diskusi Forkopimda Provinsi kep. Babel bersama Bupati/Walikota, pelaku usaha industri timah, tokoh masyarakat dan beberapa Stake holder terkait dalam Perumusan Kebijakan terkait pertambangan Timah di wilayah Babel, di ruang pertemuan Pasir Padi kantor Gubernur, Sabtu (18/2/23).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan ini ketua DPRD Babel, Herman Suhadi mengatakan bahwa, hasil bumi yang terkandung di Provinsi Babel ini harus dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kami (DPRD) sebagai wakil rakyat ingin timah ini dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat kep. Babel,” ujar Herman Suhadi.

Diceritakannya, bahwa dalam sejarahnya timah di pulau Bangka dan Belitung telah ada sejak tahun 1700-an sejak kesultanan Palembang, dan dalam perjalannya juga sudah mengalami beberapa kali perubahan kuasa pengelolaan timah. Berbagai persoalan pun terus muncul dari masa ke masa, dan seiring berjalannya waktu timah di kep. Babel mulai berperan penting dalam perputaran roda perekonomian di bumi Serumpun Sebalai.

“Saat ini sektor pertambangan timah hampir mengusai 60-70% perekonomian kep. Babel,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *