Ngerit dan Menimbun Solar Dari SPBU 24.331.152 Lubuk Besar Fino Ditangkap Polisi, Yanto Pengurus Jadi Buronan

PANGKALPINANG, babelaktual.com – Praktek penyalahgunaan BBM di sejumlah SPBU di pulau Bangka masih saja terjadi. Atensi Kapolda Babel Irjen Pol Yan Sultra seakan seolah tak digubris oknum pemain BBM bersubsidi.

Selain Kapolda, atensi juga getol diserukan anggota DPR RI Babel Bambang Patijaya.

Dikutip dari laman tribratanewsbabel, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Patijaya, mengatakan terkait kebijakan pemerintah tersebut harus dapat berjalan dan diawasi.

Read More

“Keputusan sudah diambil pemerintah, sekarang kita memastikan ketika BBM dinaikkan lalu ada konpensasi subsidi dan sebagainya agar tepat sasaran,” kata Bambang di Mapolda Babel.

Kemudian, Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengharapkan, dalam penggunaan BBM di Babel tidak lagi terjadi penyimpangan dalam penggunaanya.

“Seperti solar subsidi, yang di luar sektor transportasi umum, ataupun tranportasi masyarakat lainnya. Bagaimana kita mengingatkan segala unsur untuk turut mengawasi, karena situasi susah, kita saling jaga saja,” katanya.

Praktek nakal tersebut seakan terjadi secara masif dan berkesinambungan. Penggunaan fuel card yang diharapkan mampu mengetas pendistribusian BBM bersubsidi, justru berbalik memicu persoalan dan penderitaan bagi masyarakat.

Khususnya mereka yang berprofesi sebagai truk. Tengok saja, hampir di seluruh SPBU terjadi antrian panjang BBM. Khususnya BBM jenis solar.

Padahal pihak Pertamina telah menjamin quota dan stok BBM di setiap SPBU tercukupi. Lantas pertanyaannya kemana muara BBM bersubsidi itu ???.

Sudah tepatkan penyaluran dan pendistribusiannya ?? dan bagaimana pengawasannya, apakah berjalan atau hanya gertakan dan isapan jempol belaka ???

Kasus penyelewengan BBM dan penyalahgunaan fuel card di SPBU 24.331.152 Lubuk Besar Desa Perlang Kabupaten Bangka Tengah provinsi Bangka Belitung menjadi salah satu bukti, praktik masif penyalahgunaan BBM terjadi.

Tak menutup kemungkinan ada dugaan permainan dan kong kali kong para oknum di SPBU tersebut. Sebab terbukti dari penelusuran surat dakwaan di SIPP yang diperoleh media ini, terungkap terdakwa Firdaus alias Fino, yang disidang di Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Senin (16/1/2023) hari ini, bisa mengisi BBM di SPBU 24.331.152 Lubuk Besar berulang kali.

Pada sidang tersebut, jaksa penuntut umum
menghadirkan sejumlah saksi dalam perkara Fino. Baik itu kuasa SPBU, pemilik serta saksi saksi lainnya.

Patut di pertanyakan kok bisa?? Dengan orang dan kendaraan yang sama bisa berulang kali mengisi solar di SPBU Lubuk Besar.

Padahal hampir di setiap SPBU di jaga ketat anggota kepolisian. Begitu juga penggunaan fuel card, yang menurut aturan dan peruntukkan satu kartu satu kendaraan.

Petugas nozel SPBU pun harus lebih tegas dan jeli. Karena jika tidak, bisa bisa nasib mereka sama dengan terdakwa Fino.

Mengutip dari surat dakwaan JPU di SIPP, dalam kasus penyelewengan solar itu, terungkap fakta bahwa Fino tidak sendirian.

Ada peran oknum lain, salah satunya Yanto, yang berperan mengatur dan mendeposit sejumlah fuel card.

“19 Oktober 2022 tersebut Terdakwa Firdaus Als FINO Bin AISIH telah melakukan 3 (tiga) kali pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari SPBU 24.331.152 tersebut tanpa menggunakan fuel card karena yang melakukan top up fuel card dan melakukan pembayaran untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar adalah sdr. YANTO (DPO) yang saat itu langsung melarikan diri ketika melihat terdakwa diamankan oleh anggota Polisi dari Polda Babel,” isi materi dalam surat dakwaan JPU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *