PANGKALPINANG, babelaktual.com – Di penghujung akhir Tahun 2022 dan menjelang datangnya tahun baru 2023, diprediksi akan disambut dengan suasana cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), seperti hujan lebat, angin kencang, gelombang air laut tinggi harus lebih diwaspadai masyarakat.
Saat ini Babel telah memasuki musim pancaroba, di mana saat musim tersebut kondisi cuaca sulit diprediksi dan berubah secara cepat.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa mengatakan, cuaca saat ini sudah memasuki masa tenang, kemarin yang agak berat karena tinggi pasang akibat Supermoon. Namun ada fenomena badai siklon tropis di daerah Laut Natuna dan Laut Pasifik itu mengakibatkan cuaca ekstrem.
“Saat ini sudah mendekati ke arah Kabupaten Bangka Barat, dari kemarin penyeberangan dari Tanjung Api-api ke Tanjung Kalian sudah mulai dihentikan,” ujar Mikron ke awak media, Senin (30/1/23).
Lanjutnya, ini tentu saja efeknya di sektor perekonomian kita yang terganggu akibat terhentinya penyeberangan tersebut, begitu juga dengan Nelayan yang tidak bisa melaut karena cuaca ekstrem ini.
“Cuaca ekstrem seperti ini diperkirakan sampai satu minggu kedepan yakni tanggal 7 Februari 2023, karena memang ada siklon badai 92 atau 94w. Hujan lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang akan terjadi di beberapa daerah Bangka Belitung secara merata baik itu di darat maupun perairan,” paparnya
